Minggu, 15 November 2015

Kegiatan Menulis Perguruan Tinggi

1.       Tahapan dalam Penulisan di Perguruan Tinggi
Kegiatan menulis merupakan bagian yang tak terpisahkan oleh mahasiswa selama menuntut ilmu di perguruan tinggi. Pada setiap semester mereka harus menulis makalah atau tulisan lainnya. Ada kalanya untuk semua mata kuliah yang ditempuh. Akan tetapi banyak keuntungan yang dapat di petik dari pelaksanaan tugas/kelompok tersebut. Yang diantaranya yaitu:
a.       Dapat lebih mengenali kemampuan dan potensi diri kita.
b.      Dapat mengembangkan berbagai gagasan.
c.       Dapat memaksa kita untuk lebih menyerap, mencari serta menguasai informasi tentang topik yang kita tulis.
d.      Mengorganisasikan gagasan secara sistematik serta mengungkapkannya secara tersurat.
e.      Dapat menilai gagasan kita sendiri secara lebih objektif.
f.        Kita akan lebih mudah memecahkan permasalahan.
g.       Mendorong kita belajar secara aktif.
h.      Membiasakan kita berfikir serta berbahasa secara tertib.
Menulis sebagai Proses
Kegiatan menulis adalah suatu proses penulisan. Kita melakukan kegiatan itu dalam beberapa tahap yang diantaranya yaitu:
a.       Tahap prapenulisan: Penentuan topik,tujuan dan bahan.
b.       Tahap penulisan: Penyusunan paragraph dan kalimat, yang disertai dengan pemilihan kata dan teknik penulisannya.
c.       Tahap revisi: Perbaikan dan pembacaan ulang.

Tahap Pra penulisan
Tahap ini merupakan tahap persiapan menulis dan mencakup beberapa langkah kegiatan :
1.       Penentuan topik. (diperoleh dari pengalaman dan pengamatan).
2.       Membatasi topik. (Secara eksplisit tujuan penulisan ini dapat dinyatakan dengan tesis dan pernyataan maksud).
3.       Menentukan bahan. (Bahan dapat diperoleh dari pengalaman dan inferensi dari pengalaman).
4.       Menyusun kerangka. (Kerangka itu dapat berbentuk kerangka topik atau kerangka kalimat).

Tahap Penulisan
Pada tahap ini kita membahas setiap butir topik yang ada di dalam kerangka yang disusun. Dalam mengembangkan gagasan menjadi suatu karangan yang utuh diperlukan bahasa, kita harus mampu memilih kata dan istilah yang kemudian dirangkaikan menjadi kalimat-kalimat yang efektif. Lalu kalimat disusun menjadi paragraf yanh memenuhi persyaratan. Selain itu tulisan ini harus ditulis dengan ejaan dengan tanda baca yang tepat.
Tahap Revisi
Pada tahap ini biasanya kita meneliti secara menyeluruh mengenai logika, sistematika, ejaan, tanda baca, pilihan kata, kalimat, paragraph, pengetikan catatan kaki dan daftar pustaka serta yang lainnya. Jika tidak ada lagi yang kurang memenuhi persyaratan selesailah sudah tulisan kita.

Perancanagan Karangan
Secara teoritis, proses penulisan, meliputi 3 tahap utama, yaitu tahap prapenulisan, tahap penulisan dan tahap revisi. Berikut ini kita akan membahas cara merencanakan karangan langkah demi langkah.

Pemilihan Topik
Dalam memilih topik ada hal-hal yang perlu di perhatikan, yaitu:
a.       Topik itu ada manfaatnya dan layak dibahas.
b.      Topik itu cukup menarik terutama bagi penulis.
c.       Topik itu dikenal baik.
d.      Bahan yang diperlukan dapat diperoleh dengan memadai.
e.       Topik itu tidak  terlalu luas dan tidakterlalu sempit.

Pembahasan Topik
Proses pembahasan topik dapat di permudah dengan cara membuat diagram jam atau diagram pohon. Untuk membuat diagaram jam, topik diletakan dalam sebuah lingkaran. Dari topik itu diturunkan yang lebih sempit.

2.       Contoh Penulisan


Analisis Pengaruh Tahun Baru Terhadap Permintaan dan Penawaran Kembang Api
………..
KATA PENGANTAR
Alhamdulilah,segala puji hanyalah bagi Alloh SWT,Tuhan Pengatur semesta alam,yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,Pemilik hari kemudian. Hanya atas perkenan,rahmat,dan karunia-Nya,serta atas bantuan semua pihak dan pribadi-pribadi yang berhati mulia,makalah ini dapat di selesaikan. Makalah ini di susun atas tingginya rasa tanggung jawab penulis terhadap kewajiban. Dan di dalam makalah ini,penulis akan menganalisis tentang “Pengaruh Tahun Baru terhadap Permintaan dan Penawaran Kembang Api”.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kelemahan dan kekurangan baik dari segi penyajian maupun materinya. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya kemampuan dan pengetahuan penulis. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan keritik dari semua pihak yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Pada kesempatan ini,sekalipun sulit bagi penulis untuk mengungkapkan satu persatu,namun tanpa mengurangi yang lain ,tak terbendung getar-getar perasaan yang lahir dari lubuk hati yang paling dalam untuk menyampaikan rasa terimakasih khususnya kepada yang terhormat Bapak Drs.H. Nia Gania Karyana. M.Ec. Dev selaku pemberi materi,yang telah menjadi bagian dalam penyelesaian proses pembuatan makalah ini. Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan rahmat dan karunia-Nya.
Penulis berharap semoga makalah ini akan memberikan manfaat,khususnya bagi penulis sendiri, serta bagi semuanya. Amin.

Depok, 20 november 2014

Penulis


DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Tujuan Penulisan
C. Metodologi Penelitian
BAB II : LANDASAN TEORI
A. Definisi Permintaan dan Penawaran
B. Hukum Permintaan dan Penwaran
C. Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan
D. Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran
E. Kurva Permintaan dan Penawaran
BAB III : PEMBAHASAN
A. Permintaan dan Penawaran Kembang Api
B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Kembang Api
C. Pengaruh Kembang Api Terhadap Permintaan dan Penawaran Kembang Api
D. Dampak Positif dan Negatif adanya Pesta Kembang Api pada Tahun Baru
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
REFERENSI


BAB I
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Permintaan dan penawaran terhadap kembang api pada tahun baru sudah menjadi tradisi di seluruh dunia khususnya di Garut. Permintaan dan Penawaran kembang api menjadikan situasi ekonomi Garut mengalami perguliran yang sangat pesat,hal itu terjadi karena hampir setiap orang membeli kembang api untuk merayakan tahun baru dan hampir setiap pedagang kebanjiran pembeli.
Dari peristiwa itu maka terjadilah suatu siklus perguliran uang di Garut yang bermula dari ProdusenDistributorPedagang EceranKonsumenProdusen. Dan hal itu terjadi sesuai dengan Teori Keynes bahwa permintaan kembang api di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya :
Ø Adanya Transaksi
Ø
Berjaga jaga
Ø Spekulasi
Adapun alasan penulis mengambil judul ini karena penulis ingin mengetahui bagaimana prilaku penjual dan pembeli saat tahun baru terhadap penjualan dan pembelian kembang api (interaksi penjual dan pembeli di pasar) serta seberapa penting kembang api bagi konsumen juga produsen dalam merayakan tahun baru sehingga permintaan dan penawaraan kembang api mengalami kenaikan pesat,padahal kembang api tidak merupakan kebutuhan pokok.
B. TUJUAN PENULISAN
v Menjelaskan Permintaan dan Penawaran Kembang Api
v Menjelaskan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran Kembang Api
v Menjelaskan Pengaruh Tahun Baru terhadap Permintaan dan Penawaran Kembang Api
v Menjelaskan Dampak Positif dan Negatif Pesta Kembang Api Pada Tahun Baru
C. METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian yang penulis gunakan adalah survai deskriptif,yang di dasarkan pada pertimbangan bahwa penelitian ini penulis akan lakukan untuk mempelajari,mengungkapkan dan mencari data tentang kenyataan yang ada saat penulis melakukan penelitian.
Adapun teknik pengumpulan data yang penulis lakukan adalah sebagai berikut :
1. Observasi,mengadakan pengamatan langsung ke dunia pasar meski saat itu permintaan dan penawaran kembang api sudah lewat,karena tahun baru sudah terjadi beberapa minggu yang lalu,Namun begitu penulis bisa bertanya pada pedagang kaki lima tentang keadaan pasar ketika tahun baru lalu.
2. Wawancara,dilakukan dengan informan yaitu salah satu pedagang di Jln.A.Yani , dan kepada masyarakat.




BAB II
LANDASAN TEORI
A.DEFINISI PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Permintaan (Demand)
Permintan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu.
Penawaran(Supply)
Penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar tertentu, pada periode tertentu, dan pada tingkat harga tertentu.
Keinginan para penjual dalam menawarkan barangnya pada berbagai tingkat harga. Model ini sangat penting untuk melakukan analisis ekonomi mikro terhadap perilaku para pembeli dan penjual, serta interaksi meraka di pasar. Ia juga di jadikan tolak ukur dari berbagai model dan teori lainya. Teori ini memperkirakan bahwa dalam satu pasar yang kompetitif, harga akan menjadi penyeimbang di pasaran antara kualitas yang di minta oleh konsumen dan kualitas yang di tawarakan produsen. Hingga akan terciptalah keseimbangan antara harga dan kualitas suatu barang tersebut. Model ini mengakomodasi kemungkinan adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan,yang kemudian akan di tampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.
Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa permintaan merupakan sejumlah barang yang di beli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.
B.HUKUM PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan :
“Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat.”
Jika semua subsidi diabaikan ( ceteris paribus ) jika harga semakin murah maka permintaan atau pembelian akan semakin banyak dan sebaliknya. Jika harga semakin murah maka penawaran semakin sedikit dan sebaliknya.
Akibat dari itu semua ingin mencari kepuasan ( keuntungan ) yang sebesar besarnya. Apabila harga terlalu tinggi maka pembeli akan membeli sedikit karna uang yang dimilki terbatas, namun bagi penjual dengan tingginya harga ia akan mencoba memperbanyak barang yang dijual atau di produksi agar keuntungan yang di dapat semakin besar. Harga barang yang tinggi juga bisa menyebabkan konsumen mencari produk lain sebagai pengganti barang yang harganya mahal.
C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PERMINTAAN
“Ketika kita berbicara tentang permintaan,” tulis Robert Heilbroner dan Lester Thurow Ekonomi Dijelaskan, “kebanyakan orang berpikir kata itu hanya berarti volume tertentu pengeluaran, seperti ketika kita mengatakan bahwa permintaan untuk mobil telah jatuh mati atau permintaan untuk emas tinggi. Tapi bukan itu yang ekonom ada dalam pikiran ketika ia mendefinisikan kebutuhan sebagai bagian dari penjelasannya pasar. Permintaan berarti tidak hanya berapa banyak kita belanja untuk item tertentu, tapi berapa banyak kita belanja untuk item bahwa pada harga , dan berapa banyak kita akan menghabiskan jika harga berubah. ”
1. Perilaku konsumen atau selera konsumen.
2. Pendapatan atau penghasilan konsumen.
3. Perkiraan harga barang.
4. Banyaknya permintaan konsumen
D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENAWARAN
1. Biaya produksi dan kreativitas yang digunakan.
2. Tujuan perusahaan.
3. Tujuan pemasaran.
4. Ketersedian bahan baku.
5. Prediksi atau perkiraan harga barang di pasaran
E. KURVA PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Model permintaan dan penawaran menjelaskan bagaimana harga beragam sebagai hasil dari keseimbangan antara ketersediaan produk pada tiap harga (penawaran) dengan kebijakan distribusi dan keinginan dari mereka dengan kekuatan pembelian pada tiap harga (permintaan). Grafik ini memperlihatkan sebuah pergeseran ke kanan dalam permintaan dari D1 ke D2 bersama dengan peningkatan harga dan jumlah yang diperlukan untuk mencapai sebuah titik keseimbangan (equibilirium) dalam kurva penawaran (S).



BAB III
PEMBAHASAN
A.PERMINTAAN DAN PENAWARAN KEMBANG API
Seperti tahun-tahun baru sebelumya, Tahun 2011 diwarnai dengan kegiatan yang dikenal dengan Malam Pergantian tahun . Menyambut pergantian tahun baru dengan tanpa mengadakan perayaan malam tahun baru rasanya tidak sempurna.
Di malam tahun baru orang –orang cenderung mengadakan perayaan seperti mengadakan konvoi-konvoi, pesta musik, arek-arek dan lain-lain. Namun mengadakan perayaan pergantian tahun baru akan terasa kurang jika tidak ada kemeriahan kembang api.
Hal tersebut merupakan salah satu faktor yang menyebabkan permintaan konsumen meningkat drastis terhadap kembang api.Tetapi hal itu tergantung pada prilaku,perkiraan harga dan penghasilan konsumen,karena keinginan dan kemampuan tiap konsumen berbeda,Namun meskipun begitu permintaan kembang api pada tahun baru sangat meningkat.Permintaan yang tinggi dari konsumen menyebabkan terjadinya peningkatan harga,sehingga produsen lebih banyak lagi menawarkan kembang api pada berbagai tingkat harga. Model ini sangat penting untuk melakukan analisis ekonomi mikro terhadap perilaku para pembeli dan penjual, serta interaksi mereka di pasar. Ia juga di jadikan tolak ukur dari berbagai model dan teori lainya. Teori ini memperkirakan bahwa dalam satu pasar yang kompetitif, harga akan menjadi penyeimbang di pasaran antara kualitas yang di minta oleh konsumen dan kualitas yang di tawarakan produsen . Hingga akan terciptalah keseimbangan antara harga dan kualitas suatu barang tersebut. Harga keseimbangan kembang api terbentuk karena bertemunya permintaan dan penawaran pada suatu titik yang disebut titik equilibrium,namun sebelum terbentuknya harga keseimbangan tersebut,pasar mengalami kelebihan permintaan kembang api dan kelebihan penawaran kembang api.Harga keseimbangan atau disebut juga harga pasar adalah harga yang terbentuk pada tingkat dimana jumlah yang diinginkan penjual maupun pembeli adalah sama.Model ini mengakomodasi kemungkinan adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan,yang kemudian akan di tampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.
Dari peristiwa di atas selain keinginan konsumen terpenuhi sehingga menimbulkan kepuasan tersendiri bagi konsumen,produsen kembang api-pun juga dalam pertumbuhan ekonominya akan mengalami peningkatan,dan hal itu sesuai dengan Ahli Ekonomi yaitu Adam Smith yang menyebutkan bahwa ada 3 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu :
Ø Jumlah Penduduk
(Semakin banyak jumlah penduduk suatu negara membeli kembang api,maka semakin meningkat pertumbuhan ekonomi produsen kembang api.)
Ø Sistem Persaingan Bebas
(Persaingan bebas disini dalam arti antar produsen kembang api sportif dalam menjalankan usahanya,tidak ada kecurangan dalam berbagai asfeknya maka pertumbuhan ekonomi antar produsen kembang api akan mengalami peningkatan)
Ø Pertumbuhan Penduduk
(Semakin meningkat pertumbuhan penduduk suatu negara,maka dalam pergantian tahun baru tidak menutup kemungkinan semakin banyak pula penduduk yang membeli kembang api dan hal itu akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi produsen kembang api).
B. FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAN PENAWARAN KEMBANG API.
Menurut Robert Heilbroner dan Lester Thurow Pakar Ekonomi ketika berbicara tentang permintaan dijelaskan : “kebanyakan orang berpikir dan berkata itu hanya berarti volume tertentu terhadap pengeluaran, seperti ketika kita mengatakan bahwa permintaan untuk mobil telah jatuh mati atau permintaan untuk emas tinggi. Tapi bukan itu yang ekonom,ada dalam pikiran ketika ia mendefinisikan kebutuhan sebagai bagian dari penjelasannya pasar. Permintaan berarti tidak hanya ada pada berapa banyak kita belanja untuk item tertentu, tapi berapa banyak kita belanja untuk item pada harga , dan berapa banyak kita akan menghabiskan jika harga berubah. ”
Dari pernyataan di atas maka di dapatlah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi permintaan dan penawaran pada kembang api.Adapun Faktor yang mempengaruhi permintaan pada kembang api yaitu :
1. Perilaku konsumen atau selera konsumen.
Berdasarkan penelitian dan hasil wawancara kepada masyarakat,menyambut pergantian tahun baru dengan tanpa mengadakan perayaan malam tahun baru rasanya tidak sempurna dan akan terasa kurang jika tidak ada kemeriahan kembang api. Sehingga permintaan kembang api meningkat saat tahun baru dan penawaran produsen-pun meningkat..
Namun ada juga masyarakat yang menyebutkan perayaan tahun baru tidak perlu berlebihan yang hanya menghambur-hamburkan uang,cukup kita melakukan sujud syukur kepada Alloh SWT yang masih memberikan kesempatan untuk merasakan tahun baru.
Dari kedua pernyataan di atas dapat di ambil bahwa permintaan dan penawaran kembang api bergantung pada prilaku dan slera konsumen itu benar adanya.
2. Pendapatan atau penghasilan konsumen.
Banyak orang yang dapat merayakan tahun baru,namun banyak juga orang yang tidak dapat merayakan tahun baru dengan pesta kembang
 api.Dan hal itu terbatas karena pendapatan/penghasilan seseorang.Dengan begitu permintaan dan penawaran kembang api pada tahun baru tergantung dari penghasilan konsumen.
3. Perkiraan harga barang.
Semakin murah dan bagus kualitas kembang api maka semakin banyak permintaan terhadap kembang api,jika harganya sebaliknya karena mau bagaimanapun juga karena kebutuhan dan karena ada perasaan ada yang kurang merayakan tahun baru tanpa kembang api,menuntut konsumen memaksakan diri membeli kembang api,tetapi disini mungkin yang di batasi adalah jumlah
 pembeliannya.Untuk mencari titik tengah masalah tersebut sehingga timbullah harga keseimbangan antara harga dan kualitas suatu barang yang di sebut harga pasar.Model ini mengakomodasi kemungkinan adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan,yang kemudian akan di tampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.
4. Banyaknya permintaan konsumen
Banyaknya permintaan maka produsen akan lebih banyak lagi memproduksi kembang api dan disini mungkin ke dua-duanya sama-sama di untungkan,Konsumen akan memiliki rasa kepuasan tersendiri dengan dapat membelinya kembang api dan dapat merayakan tahun baru yang hanya datang satu tahun sekali,dan Produsen juga akan di untungkan karena omsetnya mengalami kenaikan.
Sedangkan Faktor yang mempengaruhi penawaran kembang api yaitu :
1. Biaya produksi dan kreativitas yang digunakan.
Produsen akan meningkatkan penawarannya jika biaya produksi bersahabat dengan produsen,juga kreativitas yang digunakannya bagus sehingga dapat memicu konsumen untuk membelinya.Tetapi sebaliknya jika Biaya Produksi tidak bersahabat dengan produsen,Namun karena bagaimanapun kembang api akan di cari konsumen untuk merayakan tahun baru maka produsen disini akan tetap memproduksi tetapi akan menaikan harganya berkali lipat,selain kembang api di cari oleh semua orang,melainkan karena biaya produksinyapun naik.
2. Tujuan perusahaan.
Perusahan kembang api pasti semuanya mempunyai tujuan tersendiri yang tujuan akhirnya sama,Tetapi disini sukses tidaknya suatu perusahaan kembang api bergantung pada nilai nilai moral yang di tanamkan oleh perusahaan sehingga konsumen-pun terpicu untuk membelinya.
3. Tujuan pemasaran.
Suksesnya suatu perusahaan kembang api bergantung pada tujuan pemasarannya,Jika tujuan pemasarannya bagus maka penjualannyapun akan bagus terhadap
 konsumen.Dan konsumen tidak akan membatasi permintaanya terhadap kembang api karena pemasaran kembang api yang tidak sulit di cari melainkan sudah di pasarkan dimana mana.
4. Ketersedian bahan baku.
Jika ketersediaan bahan baku terjangkau dan mudah di cari maka produsen akan meningkatkan produksi kembang api dan begitupun sebaliknya,Sehingga konsumen dapat membeli kembang api,
5. Prediksi atau perkiraan harga barang di pasaran
Karena Kembang api merupakan barang yang di cari musiman/setahun sekali yaitu saat tahun baru,maka disini produsen akan meningkatkan penawarannya jika tahun baru,hal itu juga akan di lakukan jika harga mahal,bagaimanapun konsumen akan membelinya. Sedangkan tidak hanya tahun baru saja produsen tetap memproduksi kembang api sebab kembang api biasanya menjadi highlight atau klimaks penutup suatu acara pembukaan festival dan disini harga kembang api akan mahal,selain itu juga kembang api bukan makanan yang apabila dalam jangka waktu dekat tidak terjual akan basi,melainkan kembang api merupakan barang awet.
C.PENGARUH TAHUN BARU TERHADAP PERMINTAAN DAN PENAWARAN KEMBANG API.
Pengaruh tahun baru terhadap permintaan dan penawaran kembang api yaitu pertama pada permintaan,disini permintaaan konsumen terhadap kembang api akan semakin meledak,karena konsumen ketika itu akan menjadikan kembang api suatu kebutuhan untuk melengkapi merayakan tahun baru,konsumen tidak akan memperdulikan berapa besar harga kembang api karena mereka akan mengeluarkan uang berapa saja untuk merayakan pesta kembang api,dan hal ini biasanya terjadi pada kalangan atas,karena setelah melakukan penelitian,banyak masyarakat yang mengatakan bahwa merayakan tahun baru tanpa pesta kembang api itu akan terasa kurang dan hal tersebut merupakan salah satu faktor yang menyebabkan permintaan konsumen meningkat drastis terhadap kembang api.Tetapi hal itu tergantung pada prilaku,perkiraan harga dan penghasilan konsumen,karena keinginan dan kemampuan tiap konsumen berbeda,Namun meskipun begitu permintaan kembang api pada tahun baru sangat meningkat.
Kedua pengaruh tahun baru terhadap penawaran,karena permintaan yang tinggi dari konsumen menyebabkan terjadinya peningkatan harga,sehingga produsen lebih banyak lagi menawarkan kembang api pada berbagai tingkat harga,dan Model ini sangat penting untuk melakukan analisis ekonomi mikro terhadap perilaku para pembeli dan penjual, serta interaksi mereka di pasar. Ia juga di jadikan tolak ukur dari berbagai model dan teori lainya. Teori ini memperkirakan bahwa dalam satu pasar yang kompetitif, harga akan menjadi penyeimbang di pasaran antara kualitas yang di minta oleh konsumen dan kualitas yang di tawarakan produsen . Hingga akan terciptalah keseimbangan antara harga dan kualitas suatu barang tersebut. Harga keseimbangan kembang api terbentuk karena bertemunya permintaan dan penawaran pada suatu titik yang disebut titik equilibrium,namun sebelum terbentuknya harga keseimbangan tersebut,pasar mengalami kelebihan permintaan kembang api dan kelebihan penawaran kembang api.Harga keseimbangan atau disebut juga harga pasar adalah harga yang terbentuk pada tingkat dimana jumlah yang diinginkan penjual maupun pembeli adalah sama.Model ini mengakomodasi kemungkinan adanya faktor-faktor yang dapat mengubah keseimbangan,yang kemudian akan di tampilkan dalam bentuk terjadinya pergeseran dari permintaan atau penawaran.
D.DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF ADANYA PESTA KEMBANG API PADA TAHUN BARU.
ü Dampak positif adanya pesta kembang api pada tahun baru yaitu :
-Bagi produsen : Dapat menghasilkan keuntungan yang lebih dengan penjualan yang meningkat dari hari-hari biasanya,karena dengan adanya perayaan tahun baru permintaan kembang api meningkat sehingga produsen menawarkan kembang api lebih meningkat lagi.
-Bagi konsumen : Dengan dapat merayakan tahun baru sehingga menimbulkan kepuasan dan kegembiraan tersendiri bagi konsumen,yang dimana kepuasan dan kegembiraan itu tidak terbayarkan oleh uang.
ü Dampak negatif adanya pesta kembang api pada tahun baru yaitu dengan di lihat dari beberapa segi diantaranya :
§ Segi Ekonomi
Pengaruh negatif dari pesta kembang api pada tahun baru yaitu konsumen cenderung boros untuk mendapatkan kembang api rela mengeluarkan ratusan ribu bahkan puluhan juta ,itu secara tidak langsung akan banyak uang yang terbakar karena hanya atas nama perayaan pergantian tahun baru.
§ Segi Agama
Pesta kembang api perayaan tahun baru merupakan pemborosan dan berlebihan.Hadist mengadakan “Sesunguhnya pemborosan-pemborosan itu adalah saudara syetan “. Seharusnya malam tahun baru di jadikan sebagai perenungan dan doa kepada Alloh swt agar menjadi manusia yang lebih baik lagi dari sebelumnya dan di lanjutkan membaca Al-Quran dan solat tahajud,bukannya bersuka ria. Dan yang lebih prihatin,dalam berita Liputan 6 SCTV mengatakan di Amerika banyak di temukan ribuan burung bergeletakan mati dimana-mana,dan hal itu menimbulkan dua asumsi,yang pertama itu terjadi akibat dari malam tahun baru,berpesta kembang api berlebihan sehingga memicu satwa dari langit mati,sedangkan asumsi lain menyebutkan matinya ribuan burung di Amerika setelah tahun baru itu bahwa hal itu pertanda mendekati akhir jaman. Oleh karena itu,Ingar-bingar pesta kembang api yang menandai perayaan penyambutan datangnya tahun baru merupakan sebuah tradisi yang perlu dikontrol demi keamanan dan mencegah pemborosan,karena harga kembang api dan sumbu ledak tidaklah murah.
§ Segi sosial
Dengan adanya perayaan pesta kembang api yang berlebihan hal itu akan memicu pertengkaran,keributan serta tempat-tempat umum yang di jadikan tempat perayaan akan menjadi kotor serta banyaknya berserakan sampah.




………..

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A.KESIMPULAN
Untuk merayakan tahun baru orang –orang cenderung mengadakan perayaan seperti mengadakan konvoi-konvoi, pesta musik, arek-arek dan
 lain-lain.Haltersebut merupakan salah satu faktor yang menyebabkan permintaan konsumen meningkat terhadap kembang api sehingga produsen akan lebih banyak lagi menawarkan kembang api pada berbagai tingkat harga.Dan hal itu menandakan bahwa pengaruh tahun baru pada permintaan dan penawaran kembang api menjadi meningkat drastis dari biasanya,karena semua itu timbullah danpak positif dan negatif bagi konsumen.
B.SARAN
Dengan adanya perayaan tahun baru mungkin hal itu sah-sah saja selama dalam tindakan positif dan tidak menentang aturan yang ada, Namun masyarakat jangan terlalu berlebihan dalam merayakan tahun baru,karena perayaan yang berlebihan menghasilkan danpak yang negatif bagi masyarakat itu sendiri. Dan Pemerintah perlu mengontrol serta turun tangan dalam perayaan tahun baru agar terjadi dengan sewajarnya dan tidak berlebihan sehingga tidak menganggu ketenangan masyarakat dan tetap tertib.
………..




Daftar Pustaka :
http://contohkaryatulisilmiahyangbenar.blogspot.co.id/
Arifin, E. Zaenal.1998. Dasar-dasar Penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia
http://holdiagam.blogspot.co.id/2013/11/kegiatan-penulisan-di-perguruan-tinggi_6.html

Rabu, 14 Oktober 2015

Penalaran Deduksi dan induksi

I.                    Penalaran
Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Melalui proses penalaran, kita dapat sampai pada kesimpulan yang berupa asumsi, hipotesis atau teori. Penalaran disini adalah proses pemikiran untuk memperoleh kesimpulan yang logis berdasarkan fakta yang relevan. Dengan kata lain, penalaran adalah proses penafsiran fakta sebagai dasar untuk menarik kesimpulan.
Penalaran mempunyai ciri-ciri yaitu : 
1. dilakukan dengan sadar 
2. didasarkan oleh sesuatu yg sudah d ketahui 
3. sistematis 
4, terarah dan bertujuan 
5. menghasilkan kesimpulan yang dapat berupa pengetahuan, keputusan dan sikap terbaru 
6. sadar tujuan 
7. premis berupa pengalaman, pengetahuan, ataupun teori yang di dapatkan 
8. pola pemikiran tertentu 
9. sifat empiris nasional



Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran
Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi. Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat. 

I.a Penalaran Deduksi
Penalaran deduktif proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Mudahnya adalah mencari kebenaran dari hal-hal yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi.
Macam-macam penalaran deduktif:
·         Menggunakan silogisme
Silogisme adalah proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).
Contoh:
Premis mayor / premis umum: semua orang akan mati
Premis minor / premis khusus : udi adalah orang
Konklusi / kesimpulan : udi akan mati
·         Menggunakan entinem
Entinem adalah penalaran deduksi secara langsung, premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contoh:
Ikan memerlukan air
Di gurun pasir tidak ada air
Digurun pasir tidak mungkin ada ikan


I.b Penalaran Induksi
 Induksi adalah penalaran yang menuntun pembaca pada suatu kesimpulan dengan memulai menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus untuk menuju pada simpulan umum.
Macam-macam penalaran induktif:
·         Generalisasi
Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri-ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengenmbangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistic, dan lain-lain.
Contoh:
Jika dibakar plastic akan meleleh,
Jika dibakar sedotan akan meleleh,
Jika dibakar ember akan meleleh,
Jika dibakar botol akan meleleh,
Jadi jika benda plastic dibakar akan meleleh
·         Analogi
Analogi adalah membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Kesimpulan yang diambil dengan jalan analogi, yakni kesimpulan dari pendapat khusus dari beberapa pendapat khusus yang lain, dengan cara membandingkan situasi yang satu dengan yang sebelumnya.
Contoh:
Seorang bayi dilahirkan dalam keadaan suci seperti kertas putih.
Bayi akan dibentuk pribadinya sesuai dengan didikan yang diterimanya seperti kertas putih dapat diisi dengan berbagai hal sesuai dengan keinginan pemiliknya.
Bila bayi didik dengan baik maka akan seperti kertas yang terisi dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya.
Jadi membentuk kepribadian baik seorang anak, ibarat menulis kertas putih dengan hal-hal yang bermanfaat.



Daftar Pustaka :

Kamis, 09 April 2015

Hukum Perikatan


1.       Pengertian Perikatan
Perikatan adalah hubungan yang terjadi diantara dua atau lebih yang terletak dalam harta kekayaan, dengan pihak yang satu berhak atas prestasi dan pihak yang lainnya berhak memenuhi prestasi itu.

Berikut ini merupakan definisi hukum perikatan menurut para ahli :

Ä  Hukum perikatan menurut Pitlo adalah “suatu hubungan hukum yang bersifat harta kekayaan antara dua orang atau lebih, atas dasar mana pihak yang satu memiliki hak (kreditur) dan pihak yang lain memiliki kewajiban (debitur) atas suatu prestasi”.

Ä  Hukum perikatan menurut  Hofmann adalah “suatu hubungan hukum antara sejumlah terbatas subjek-subjek hukum sehubungan dengan itu seorang atau beberapa orang daripadanya mengikatkan dirinya untuk bersikap menurut cara-cara tertentu terhadap pihak yang lain, yang berhak atas sikap yang demikian itu".

Ä  Hukum perikatan menurut Subekti adalah "Suatu hubungan hukum antara 2 pihak, yang mana pihak yang satu berhak menuntut sesuatu dari pihak yang lainnya yang berkewajiban memenuhi tuntutan itu".

Sementara pengertian hukum perikatan yang umum digunakan dalam ilmu hukum adalah: “Suatu hubungan hukum mengenai kekayaan harta benda antara dua orang yang memberi hak kepada pihak yang satu untuk menuntut sesuatu barang dari pihak yang lainnya sedangkan pihak yang lainnya diwajibkan untuk memenuhi tuntutan tersebut. Pihak yang berhak menuntut adalah pihak yang berpihutang (kreditur) sedangkan pihak yang wajib memenuhi tuntutan dinamakan pihak berhutang (debitur) sementara barang atau sesuatu yang dapat dituntut disebut dengan prestasi”.

Dari kegiatan diatas, kita lihat bahwa unsure-unsur perikatan :
1.       Hubungan hukum
2.       Kekayaan
3.       Pihak-pihak, dan
4.       Prestasi.
                                                                       




2.       Dasar Hukum Perikatan
Dasar hukum perikatan berdasarkan KUHP terdapat 3 sumber, yakni :
Ä  Perikatan yang timbul dari persetujuan (perjanjian)
Ä  Perikatan yang timbul dari undang-undang
Ä  Perkatan terjadi bukan perjanjian, tetapi karena perbuatan melanggar hukum (onrechtmatige daad) dan perwakilan sukarela (zaakwaarneming)

Sumber perikatan berdasarkan Undang-undang, yaitu :
·         Perikatan ( Pasal 1233 KUH Perdata ) : Perikatan lahir karena persutujuan atau karena undang-undang. perikatan ditunjukan untuk memberikan sesuatu, untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu.
·         Persetujuan ( Pasal 1313 KUH Perdata ) : Suatu persetujuan adalah suatu perbuatan dimana satu orang atau lebih mengikatkan diri terhadap satu orang lain atau lebih.
·         Undang-undang ( Pasal 1352 KUH Perdata ) : Perikatan yang lahir karena undang-undang timbul dari undang-undang atau dari undang-undang sebagai perbuatan orang 

3.       Asas-Asas Dalam Hukum Perikatan
Asas-asas dalam hukum perikatan diatur dalam Buku III KUH Perdata, yakni menganut azas kebebasan berkontrak dan azas konsensualisme.
1.       Asas Kebebasan Berkontrak Asas kebebasan berkontrak terlihat di dalam
Pasal 1338 KUHP Perdata yang menyebutkan bahwa segala sesuatu perjanjian yang dibuat adalah sah bagi para pihak yang membuatnya dan berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. 
2.       Asas konsensualisme Asas konsensualisme, artinya bahwa perjanjian itu lahir pada saat tercapainya kata sepakat antara para pihak mengenai hal-hal yang pokok dan tidak memerlukan sesuatu formalitas. Dengan demikian, azas konsensualisme lazim disimpulkan dalam Pasal 1320 KUHP Perdata.

Syarat-syarat dari sah-nya suatu perjanjian :
Ä  Kata Sepakat antara Para Pihak yang Mengikatkan Diri Kata sepakat antara para pihak yang mengikatkan diri, yakni para pihak yang mengadakan perjanjian harus saling setuju dan seia sekata dalam hal yang pokok dari perjanjian yang akan diadakan tersebut. 
Ä  Cakap untuk Membuat Suatu Perjanjian Cakap untuk membuat suatu perjanjian, artinya bahwa para pihak harus cakap menurut hukum, yaitu telah dewasa (berusia 21 tahun) dan tidak di bawah pengampuan. 
Ä  Mengenai Suatu Hal Tertentu Mengenai suatu hal tertentu, artinya apa yang akan diperjanjikan harus jelas dan terinci (jenis, jumlah, dan harga) atau keterangan terhadap objek, diketahui hak dan kewajiban tiap-tiap pihak, sehingga tidak akan terjadi suatu perselisihan antara para pihak. 
Ä  Suatu sebab yang Halal Suatu sebab yang halal, artinya isi perjanjian itu harus mempunyai tujuan (causa) yang diperbolehkan oleh undang-undang, kesusilaan, atau ketertiban umum

4.       Hapusnya Perikatan
Perikatan itu bisa hapus jika memenuhi kriteria-kriteria sesuai dengan Pasal 1381 KUH Perdata. Ada 6 (enam) cara penghapusan suatu perikatan adalah sebagai berikut :
1.       Pembaharuan utang (inovatie)
Novasi adalah suatu persetujuan yang menyebabkan hapusnya sutau perikatan dan pada saat yang bersamaan timbul perikatan lainnya yang ditempatkan sebagai pengganti perikatan semula.
2.       Perjumpaan utang (kompensasi)
Kompensasi adalah salah satu cara hapusnya perikatan, yang disebabkan oleh keadaan, dimana dua orang masing-masing merupakan debitur satu dengan yang lainnya. Kompensasi terjadi apabila dua orang saling berutang satu pada yang lain dengan mana utang-utang antara kedua orang tersebut dihapuskan, oleh undang-undang ditentukan bahwa diantara kedua mereka itu telah terjadi, suatu perhitungan menghapuskan perikatannya (pasal 1425 KUH Perdata).
3.       Pembebasan Utang
pembebasan utang adalah perbuatan hukum dimana dengan itu kreditur melepaskan haknya untuk menagih piutangnya dari debitur. Pembebasan utang tidak mempunyai bentuk tertentu. Dapat saja diadakan secara lisan. Untuk terjadinya pembebasan utang adalah mutlak, bahwa pernyataan kreditur tentang pembebasan tersebut ditujukan kepada debitur. Pembebasan utag dapat terjadi dengan persetujuan atau Cuma- Cuma.
4.       Musnahnya barang yang terutang
5.       Kebatalan dan pembatalan perikatan-perikatan.
Bidang kebatalan ini dapat dibagi dalam dua hal pokok, yaitu : batal demi hukum dan dapat dibatalkan.
6.       Kedaluwarsa
Menurut ketentuan Pasal 1946 KUH Perdata, lampau waktu adalah suatu alat untuk memperoleh susuatu atau untuk dibebaskan dari suatu perikatan dengan lewatnya suatu waktu tertentu dan atas syarat-syarat yang ditentukan oleh undang-undang. Dari ketentuan Pasal tersebut diatas dapat diketehui ada dua macam lampau waktu, yaitu :
Ø  lampau waktu untuk memperolah hak milik atas suatu barang
Ø  lampau waktu untuk dibebaskan dari suatu perikatan atau dibebaskan dari tuntutan.